Rabu, 26 Februari 2014

MOBIL TERBANG



Luar biasa! Kejadian ini adalah yang pertama kali dalam hidupku, melihat mobil terbang tepat di depan mata.

Jalur jalan provinsi dari arah Kabupaten Jeneponto ke arah Makassar sedang tidak dipadati oleh kendaraan  ketika motorku melaju dengan tenang pada kecepatan 100 Km/Jam. 

Tiba-tiba dari arah kanan  sebuah mobil Avanza silver melaju dengan kecepatan yang lebih tinggi melebihi kecepatan motorku.  

Seketika perhatianku tersedot ke arah mobil yang bagai terbang hingga akhirnya pada jalan yang agak menikung, mobil tersebut tidak mengikuti arus dan malah melakukan penerbangan darurat dengan pendaratan yang mulus di rawa-rawa, pada kedalaman 2 setengah meter dari tepi jalan. 

Saking mulusnya atraksi pendaratan itu, mobil tetap pada posisi menjejak tanah dengan benar tanpa oleng ataupun terbalik, boleh jadi karena pijakannya adalah tanah yang agak berlumpur hingga keempat ban nyusruk kedalamnya.

Tidak ada korban jiwa, tapi peristiwa tersebut cukup membuat pengemudi dan seorang temannya shock berat. Jangan mencoba atraksi ini, tanpa pengawasan ahli ya…. Hihihi.

Pesan saya, jangan mudah tergoda oleh sesuatu yang mulus termasuk godaan  meningkatkan kecepatan di aspal mulus yang bisa berakibat fatal. Ini menurut saya, bagaimana menurut anda? :D

"Pressing Banana Kriuk-Kriuk"


Cemilan tradisional yang satu ini bisa saja sederhana dalam penampilan dan penyajian, tapi rasa gurih, empuk dan kriuk-kriuknya boleh deh di adu dengan cemilan lain. Saya memberinya nama "Pressing Banana Kriuk-Kriuk"

Bahan-bahan yang dibutuhkan:
1.      Pisang kepok yang tua
2.      Tepung terigu 2 sendok makan
3.      Air secukupnya
4.      Minyak goreng

Bumbu:
1.      Bawang merah
2.      Bawang putih
3.      Garam secukupnya

4.   Sedikit irisan daun jeruk untuk menambah kesegaran
5.      Penyedap rasa (option)

Cara membuat:
1.      Kupas pisangnya
2.      Panaskan minyak goreng di wajan
3.      Setelah minyak panas, goreng pisang hingga setengah matang
4.      Tiriskan, lalu kepruk pisangnya hingga pipih. (Tips: masukkan pisang ke dalam plastik lalu kepruk perlahan hingga pipih)
5.      Campurkan tepung terigu dengan bumbu-bumbu yang telah dihaluskan kemudian encerkan dengan sedikit air.
6.      Masukkan pisang yang telah pipih ke dalam terigu yang telah diencerkan bersama bumbu-bumbu.
7.      Goreng kembali pisangnya hingga kuning keemasan.
8. Paling enak dimakan dengan sambel pedas level 15
9.  Selamat menikmati "Pressing Banana Kriuk- Kriuk" ala Chef Ummu Zakiyah :D

Selasa, 25 Februari 2014

New Blogger Adaptation

Perkenalkan, saya Ummu Zakiyah blogger baru yang sama sekali belum paham seluk beluk per-blogger-ran (yang ini benar nggak sih istilahnya?).

Saya pengen punya blogger biar nggak kelihatan cupu aja, biar nggak katrok, nggak gaptek dan "nggak-nggak" lainnya yang bisa menyebabkan saya terlihat nggak mengikuti perkembangan zaman, hehe (apa deh :D ) padahal ujung-ujungnya ya nggak tahu juga, pengelolaan blog tetap diserahkan kepada ahlinya.

Berhubung di dunia maya ini saya hanya kenal satu orang yang ahli membuat blog dan bersedia membantu, maka terjadilah... isi blog ini sebagian adalah tulisannya, namanya Kang Dana, beliau mengaku sebagai dedengkot penulis edan padahal tulisan-tulisannya nggak ada yang edan-edan amat, (peace ya Kang Dana :D ) ada sih yang nyerempet  edannya tapi diakhir bacaan akan ketahuan kalau niatnya baik bahkan ujung-ujungnya kadang bikin ngakak :D

Awalnya saya bingung mau nulis apa di sini, tapi Kang Dana menyarankan untuk menulis apa saja, ya apa saja.... Alasan itu yang melandasi munculnya tulisan ini, dan sejumlah tulisan-tulisan yang akan muncul selanjutnya, insyaalloh!

Ketika menulis ini, ada satu hal yang saya yakini bahwa kemampuan menulis akan terbentuk dengan sendirinya ketika seseorang terbiasa menulis, menulis apa saja seperti yang disarankan oleh dedengkot penulis edan, Kang Dana :D

Dan juga, menurut artikel yang pernah saya baca bahwa kegiatan menulis itu bisa jadi terapi bagi seseorang untuk bisa semakin sehat, apa alasannya? Saya juga belum tahu pasti, akan saya jelaskan nanti ya setelah membaca beberapa referensi :D

Yang jelasnya, menulis itu bisa meningkatkan hormon yang bisa membuat senang dan memberangus hormon yang bisa membuat bete, jadi tunggu apalagi jika ingin terhindar dari perasaan stres maka menulislah, saya sudah membuktikannya dan jika anda tidak percaya maka buktikanlah sendiri, jangan tunggu lama-lama nanti lama-lama aku diambil orang... Syalala lalala.. Lho kok malah nyanyi sih.... Hahaha....

Sepertinya ada gejala nih, kalau saya juga akan menjadi bagian dari dedengkot penulis edan ya... hahaha :D




Download Gratis MP3 Tutur Tinular

Download Gratis Tutur Tinular 1
Download Gratis Tutur Tinular 2
Download Gratis Tutur Tinular 3

Download Gratis Tutur Tinular 3

Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 61
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 62
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 63
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 64
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 65
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 66
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 67
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 68
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 69
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 70
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 71
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 72
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 73
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 74
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 75
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 76
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 77
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 78
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 79
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 80
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 81
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 82
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 83
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 84
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 85
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 86
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 87
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 88
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 89
Tutur Tinular: Daun-Daun Bersemi Lagi 90

Download Gratis Tutur Tinular 2

Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 31
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 32
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 33
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 34
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 35
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 36
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 37
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 38
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 39
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 40
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 41
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 42
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 43
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 44
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 45
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 46
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 47
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 48
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 49
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 50
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 51
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 52
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 53
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 54
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 55
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 56
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 57
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 58
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 59
Tutur Tinular: Kisah dari Seberang Lautan 60

Download Gratis Tutur Tinular 1

Download Gratis MP3 Puisi Rendra

Puisi WS. Rendra: Wanitaku...Wanitaku
Puisi WS. Rendra: Wajah Dunia
Puisi WS. Rendra: Setelah Rambutmu Tergerai
Puisi WS. Rendra: Puisi Cinta bag.1
Puisi WS. Rendra: Puisi Cinta bag.2
Puisi WS. Rendra: Mengisap Sebatang Lisong
Puisi WS. Rendra: Hai Ma!
Puisi WS. Rendra: Kupanggili Namamu

Senin, 24 Februari 2014

terapi terbaik menghilangkan lelah ala Ummu Zakiyah

Hari ini rasanya capek banget, setelah seharian berkutat dengan buku, white board dan macam-macam tipe siswa.

tapi membaca dan menulis tetap menjadi terapi yang terbaik untuk menghilangkan kelelahan. Bagaimana dengan anda?

Minggu, 23 Februari 2014

°°°Embun malam merindu lagi°°°


Entah kenapa, gerimis senja masih saja betah menganak sungai jika melintas jejakmu bulan

Padahal 
duniamu dan dunianya sudah beda
Tiada yang bisa menyatukan 
selain garis Tuhan

Oh, malam malam gulita
Semoga larik bayangmu masih mampu bercerita
Sampaikan rindu 
Pada bulan separuh

Katakan ... 
embun malam masih menunggu
Masih seperti dulu
Tetap dalam rindu membuncah
Akan janjimu menantinya di surga

Bulan separuh ...
Embun malam merindu!

Ujung Desa, semenit menjelang 24 februari 2014

Sabtu, 22 Februari 2014

-Kisah Klasik-

-Kisah Klasik- 

Liar tetangan masa menggerayang jagad
Membelai lembut 
lalu tibatiba mencengkeram kuat
tanpa ampun

Gemulai lagi
Merambah pada selaksa kisah
Beringas lagi
Mengganas pada jutaan babad

Menghamba pada Tuan diatas Tuan
Para musafir
Mendayu merayu 
Memelas, memaki lalu teriak
Edan!

Ah ...
Tabir seolah menguak aib
Menikam bekas bilurbilur sejarah
Tetap saja tanpa ampun
Padahal jejurus maut telah menghunjam

Tiada jera ...
Petilasan sirah nyaris tak membekas
Pahatkan goresan titah
Titah Raja Diraja

Tertegun pada kisah klasik mayapada
Lalu pemisah menjemput paksa
Koit!
Hadapkan segala kisah kasih
Ceritakan cinta cinta buta
Dalam diam

North Gale-Song, 23-02-2014

°°°TIKET GRATIS°°°


"Sob, tadi aku baru aja apelin Si Alysia." Dengan wajah sumringah bin bahagia Adit laporan ke sahabatnya, Jodi.

Tak kalah antusiasnya Jodi menimpali. "Wow! terus tadi main kemana dengan pacarmu?"

Seketika ... kedua belah tangan Adit dirapatkan di dada, pandangannya menerawang ke langit-langit seperti lagi membayangkan hal yang paling indah dalam hidupnya, lalu berujar pelan.
"Ke tempat paling romantis di dunia." 

"Di mana tuh?" Jawaban Adit lumayan membuat Jodi terperangah, matanya melotot bagai hendak mencelat keluar.

"Reaksinya nggak gitu juga keles" tawa Adit renyah melihat tingkah sahabatnya, Si Jodi.

"Habis omonganmu, lebay banget sih."

"Nyantai Sob kayak di pantai, rileks kayak di kompleks" terangnya sambil mengerling dan masih saja dengan tawanya.

"Emangnya, tadi kamu bawa kemana Si Alysia." Jodi menyelidik dengan memicingkan mata tepat di hadapan Adit.

"Ke Pantai Salju Sob, pantai dengan kelembutan pasir putihnya nomor dua di dunia, suasana sepi banget!" Adit menyampaikan kalimatnya dengan pelan dan penuh penghayatan hingga tak sadar Jodi terhanyut dalam perkataan Adit.

"Tadi ... Suasana pantai romantis banget, lalu kami melanjutkan petualangan ke tempat yang lebih asyik lagi," Adit masih asik dengan penghayatannya, bak pujangga yang tengah merapal syair-syairnya.

"Wow banget!" Jodi takjub pada cerita sahabatnya.

"Sob Jodi, Jatuh cinta itu enggak dosa kan?" 

"Sama sekali enggak dosa Sob Adit, bahkan kamu akan dapetin tiket gratis."

"Tiket apaan?" 
Diam sejenak, sepersekian detik, lalu kembali melanjutkan ucapannya,

"Tiket masuk neraka,
jika kamu menjadikan cinta sebagai alasan untuk melakukan dosa"

Lalu Jodi melengos pergi, meninggalkan Adit yang masih syahdu dalam kebingungannya. ^^

*The End

Jumat, 21 Februari 2014

PEMAKAIAN TANDA BACA DALAM PUISI

Hakekat puisi adalah KATA dan kata merupakan bagian dari BAHASA
agar kita bisa menyusun kata menjadi sebuah paduan indah penuh makna kita HARUS menguasai bahasa (dalam hal ini bahasa Indonesia).

Kemampuan berbahasa akan menjadi pijakan dasar yang kuat agar kita dapat berpuisi. Berbeda dengan bahasa lisan, bahasa tulis membutuhkan tanda baca untuk dapat menyampaikan perasaan, pesan dan emosi penulis kepada penikmatnya.

TANDA BACA adalah simbol yang bertindak untuk menunjukkan struktur serta penyusunan tulisan, juga intonasi ketika dibaca secara lisan.

Khususnya dalam puisi, sekalipun tidak dibaca secara lisan, tanda baca memiliki peran penting menunjukkan intonasi/ekspresi dan emosi yang terkandung dalam bait-baitnya.

Tanda baca utama ialah :

1. Tanda Noktah atau titik ( . )
Titik digunakan sebagai tanda penutup di akhir kalimat (fungsi lain cek pada referensi).

Titik menandakan intonasi datar/normal. Misal:

Hari demi hari berlalu
aku masih tetap membisu
tak tau apa maumu.

Sedangkan titik-titik (…………) bisa dimaknai sebagai “saat hening/ renungan”, speechless – perasaan yang tidak dapat diwakili kata-kata, petunjuk adanya jeda periode waktu, atau emosi yang mengambang. Tergantung pada peletakannya. Bedakan emosi bait di atas dengan:

Hari demi hari berlalu
aku masih tetap membisu
tak tau apa maumu…..

2. Tanda koma ( , )

Tanda koma berguna untuk memisahkan beberapa hal, sebagai tanda berhenti-sementara dalam membaca, juga penggabungan dua kalimat (kadang dimanfaatkan sebagai pengganti kata ganti). Perbedaan peletakan koma bisa dimaknai sebagai perbedaan fokus pada puisi. Misal bandingkan

Hari demi hari, berlalu
aku masih tetap membisu
tak tau apa maumu.

Dengan

Hari demi hari berlalu
aku, masih tetap membisu
tak tau apa maumu.

3. Tanda tanya atau soal ( ? )

Tanda tanya mengakhiri suatu kalimat tanya. Juga menegaskan unsur pertanyaan pada kalimat yang tidak mengandung kata tanya. Kesannya adalah bimbang, ingin tahu, heran, dan semacamnya.

4.Tanda seruan ( ! )

Tanda seru digunakan sesudah penyataan yang berupa seruan, perintah, atau rasa emosi yang kuat. Bandingkan emosi pada

“Aku tak tau, apa maumu?” dengan

“Aku tak tau, apa maumu!”

Semakin banyak tanda seru, kesannya adalah seruan yang makin tegas atau kasar.

5. Tanda sempang/ tanda hubung ( - )

Tanda ini berfungsi menyambungkan dua kata, atau justru bisa berkesan memisahkan dua hal.

6. Tanda noktah bertindih/ titik dua ( : )

Tanda ini digunakan sebelum penjabaran akan sesuatu.
Dalam puisi, bait-bait di belakang tanda ini seolah-olah merupakan penjabaran dari kata di depannya

7. Tanda titik koma (;)

Titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian/ kalimat-kalimat yang bernilai setara

8. Huruf besar

Dalam bahasa tulis, peran utama huruf besar adalah sebagai huruf awal suatu kalimat. Sehingga penggunaan huruf besar pada awal larik-larik puisi bisa mengesankan bahwa kalimat itu “penting”, “berdiri sendiri”, atau terpisah dari kalimat di atasnya, bandingkan pembacaan bait di atas bila ditulis:

Hari demi hari berlalu
Aku masih tetap membisu
Tak tau apa maumu

Penggunaan huruf-huruf besar semuanya, memberikan kesan sesuatu yang sangat PENTING, tegas, atau sebuah TERIAKAN

Hari demi hari berlalu
Aku masih tetap membisu
TAK TAU APA MAUMU

Semoga bermanfaat khususnya untuk teman-teman yang baru tertarik memahami puisi

Sumber Wikipedia

Kiriman Member By Pidri Esha