Sabtu, 22 Februari 2014

-Kisah Klasik-

-Kisah Klasik- 

Liar tetangan masa menggerayang jagad
Membelai lembut 
lalu tibatiba mencengkeram kuat
tanpa ampun

Gemulai lagi
Merambah pada selaksa kisah
Beringas lagi
Mengganas pada jutaan babad

Menghamba pada Tuan diatas Tuan
Para musafir
Mendayu merayu 
Memelas, memaki lalu teriak
Edan!

Ah ...
Tabir seolah menguak aib
Menikam bekas bilurbilur sejarah
Tetap saja tanpa ampun
Padahal jejurus maut telah menghunjam

Tiada jera ...
Petilasan sirah nyaris tak membekas
Pahatkan goresan titah
Titah Raja Diraja

Tertegun pada kisah klasik mayapada
Lalu pemisah menjemput paksa
Koit!
Hadapkan segala kisah kasih
Ceritakan cinta cinta buta
Dalam diam

North Gale-Song, 23-02-2014

°°°TIKET GRATIS°°°


"Sob, tadi aku baru aja apelin Si Alysia." Dengan wajah sumringah bin bahagia Adit laporan ke sahabatnya, Jodi.

Tak kalah antusiasnya Jodi menimpali. "Wow! terus tadi main kemana dengan pacarmu?"

Seketika ... kedua belah tangan Adit dirapatkan di dada, pandangannya menerawang ke langit-langit seperti lagi membayangkan hal yang paling indah dalam hidupnya, lalu berujar pelan.
"Ke tempat paling romantis di dunia." 

"Di mana tuh?" Jawaban Adit lumayan membuat Jodi terperangah, matanya melotot bagai hendak mencelat keluar.

"Reaksinya nggak gitu juga keles" tawa Adit renyah melihat tingkah sahabatnya, Si Jodi.

"Habis omonganmu, lebay banget sih."

"Nyantai Sob kayak di pantai, rileks kayak di kompleks" terangnya sambil mengerling dan masih saja dengan tawanya.

"Emangnya, tadi kamu bawa kemana Si Alysia." Jodi menyelidik dengan memicingkan mata tepat di hadapan Adit.

"Ke Pantai Salju Sob, pantai dengan kelembutan pasir putihnya nomor dua di dunia, suasana sepi banget!" Adit menyampaikan kalimatnya dengan pelan dan penuh penghayatan hingga tak sadar Jodi terhanyut dalam perkataan Adit.

"Tadi ... Suasana pantai romantis banget, lalu kami melanjutkan petualangan ke tempat yang lebih asyik lagi," Adit masih asik dengan penghayatannya, bak pujangga yang tengah merapal syair-syairnya.

"Wow banget!" Jodi takjub pada cerita sahabatnya.

"Sob Jodi, Jatuh cinta itu enggak dosa kan?" 

"Sama sekali enggak dosa Sob Adit, bahkan kamu akan dapetin tiket gratis."

"Tiket apaan?" 
Diam sejenak, sepersekian detik, lalu kembali melanjutkan ucapannya,

"Tiket masuk neraka,
jika kamu menjadikan cinta sebagai alasan untuk melakukan dosa"

Lalu Jodi melengos pergi, meninggalkan Adit yang masih syahdu dalam kebingungannya. ^^

*The End