Cinta...
Sudikah memulihkan memorimu?
Pada semaian harmoni damba
Yang pernah hiasi taman kasih kita
Ketika sabana kering meranggas
Hadirmulah sanggup menyejukkan
menelisik hingga ke kalbu
Penuhi ruang batin yang merindu
Cinta ...
Lihat rasa hebat yang tak kuasa tertitahkan
dalam diksi sempurna
Tapi ini pasti dan nyata, sayang
Kuharap engkau pun bisa merasainya
Seperti rasaku kepadamu, cinta!
Lihatlah cinta...
Kini ladang itu telah rimbun
oleh mekar bebungaan
Cantik bak taman firdaus
Dengan aneka warna
Begitu menyejukkan di selayang netra
Tak satupun bisa menyangkal
Termasuk engkau.... perempuanku
Tapi kenapa?
Engkau tega Membabat habis
Lalu menyisakan ambisi
Tanpa makna nan terpatri
Dengan tepisan keangkuhanmu
Hingga terberailah asa itu
Hempaskan aku ke lembah duka
Tanpa ampun ....
Cinta ...
Mengapa tak jua engkau akui
Bahwa sayang itu masih mengakar
Terhunjam kuat dalam karsa
Menohok hingga ke sanubari
Bak pilar tak tergoyahkan
Fahamkan aku cinta!
Kalbuku begitu rapuh
Untuk bisa arungi segara logikamu
Sampai kini..
Jeruji cinta masih kuat mengungkung
Takkan lekang oleh masa
Padahal kuncup mawar kini kabur
Tertutup rimbun ilalang
Yang ada hanya nyanyian elegi cinta
Terdengar mengalun tanpa nada
Rasa ini pun tiada usai menemui muaranya
Miris... Cinta!
Semoga engkau insyaf dalam khilafmu
Lalu kembali dalam dekap mesra cintaku
Yang tak juga usai karena ketiadaanmu
Sebab lukisan sayangku tlah termaktub
tertuang apik dalam kanvas kisah syahdu
Bahkan waktu pun tak sanggup menafikannya
cinta ...
Kembali ... Kembalilah perempuan-ku
Biar engkau mafhum
Perihal Lara hati yang merajai
Hingga akhirnya Allah menentukan
Jodoh yang terbaik buat hamba-NYA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar